Barcelona – Arsenal : Kartu Merah RVP
Liga Champions Eropa 2010/2011 telah menyelesaikan sejumlah pertandingan babak 16 besarnya pada 8 Maret 2011 waktu Eropa. Salah satu pertandingan yang pastinya ditonton oleh banyak penikmat sepak bola di seluruh dunia, termasuk saya, tentu saja big match antara tim Catalan Barcelona melawan The Gunners Arsenal yang digelar di Nou Camp, Barcelona. Dengan hasil 2-1 untuk kemenangan Arsenal pada leg pertama di Emirates Stadium, leg kedua ini menjanjikan pertandingan yang seru untuk para penikmat bola. Dan benar saja, pertandingan berjalan penuh drama, dan berakhir dengan kemenangan Barcelona 3-1 dengan dua gol dari Lionel Messi (salah satunya penalti) dan sebuah gol dari Xavi Hernandez. Gol balasan Arsenal tercipta dari gol bunuh diri Sergio Busquets akibat salah membuang bola sepakan pojok Arsenal.
Yang paling banyak mendapat perhatian dari para penikmat bola pada pertandingan tersebut bukanlah salah satu pemain dari kedua tim tersebut, melainkan adalah wasit asal Italia, Massimo Busacca, yang memimpin pertandingan tersebut. Keputusan kontroversialnya adalah ketika Bussaca memberikan kartu kuning kedua untuk Robin van Persie yang memaksa Arsenal bermain dengan 10 orang pemain.
Kartu kuning pertama van Persie memang layak diberikan karena pemain tersebut melanggar Dani Alves dengan “meletakkan” tangannya di muka Alves. Kartu kuning kedua yang menurut saya patut disayangkan. Van Persie menerima umpan terobosan, hakim garis mengangkat bendera offside, wasit meniup peluit tanda offside, dan van Persie menendang bola ke arah gawang namun jauh dari sasaran. Dan kartu kuning kedua untuk van Persie! Arsenal bermain dengan 10 pemain! Dalam hati saya bertanya-tanya, apa yang dipikirkan wasit? Jeda waktu antara bunyi peluit wasit dan sepakan van Persie hanya sepersekian detik!
Hal tersebut jelas menimbulkan kontroversi karena papan skor masih menampilkan skor 1-1 dan pertandingan masih menyisakan lebih dari setengah jam. Semua hal masih mungkin dalam keadaan seperti itu. Dan berdasar pelanggaran yang dilakukan van Persie, keputusan paling bijak adalah hanya memberikan tendangan bebas untuk Barcelona akibat offside. Kartu kuning tidak perlu dikeluarkan mengingat juga bisingnya stadion Nou Camp yang dipenuhi lebih dari 90ribu orang membuat suara peluit tidak bisa terdengar jelas oleh pemain.
Keputusan wasit dengan kasus sama seperti ini pernah beberapa kali saya temui dalam pertandingan Liga Primer Indonesia, yang membuat saya berpikir kok wasitnya terkesan lebay. Tapi it’s okay mengingat umur kompetisi yang masih dini, dan saya juga mendukung perkembangannya ke arah yang lebih baik.
Kembali ke laptop, eh salah, kembali ke topik maksudnya hehehe. Apa mau dikata, keputusan wasit berbicara mutlak dalam sepakbola. Dan buah dari kartu merah tersebut adalah pertandingan berjalan lebih berat sebelah dan 3-1 Barcelona menang.
Overall, penampilan Barcelona dengan umpan-umpan pendeknya sangat menghibur untuk penikmat bola termasuk saya. Gaya bertahan Arsenal pun sangat pas untuk menghalau serangan Barcelona. Namun keputusan konyol Bussaca merubah semuanya.
Tulisan ini hanya pemikiran penulis dari hasil menonton pertandingan tersebut.
Like this:
~ oleh dheesisme pada Maret 9, 2011.
Ditulis dalam bola
Tag: arsenal, barcelona, barcelona-arsenal, Bussaca, kartu merah, Liga Champions, van Persie

sangar tulisan e, wasit nya goblog, but i do think in my opinion that RVP is really not showing a good behaviour at all ! It’s just a matter of time until he gets the second yellow card, but afterall at least RVP is making 1 shot ! ( even it’s not counted ) , haha
tebak siapakah aku?
hahaha thanks ya ;D
tapi walaupun kelakuannya selama pertandingan cenderung emosional, adanya RVP di kubu Arsenal tetap menjaga mental tim agar bermain sesuai strategi yang telah diterapkan pelatih. Kemungkinan pendapat anda tentang tinggal menunggu waktu untuk RVP mendapatkan 2nd yellow card memang sangat besar peluangnya. Namun menurut saya sangat tidak pas jika itu terjadi saat offside tersebut. Mungkin lain cerita jika RVP masih berada di lapangan, walaupun menurut saya pasti dia akan diganti oleh Bendtner atau Arshavin nantinya, dimana hal tersebut pasti akan membuat Arsenal bermain lebih stabil hingga akhir. Dan statistik menunjukkan shot tim tamu 0, you may say 1 shot, tetapi itu bukanlah hal penting mengingat memang taktik tim tamu dari awal adalah bertahan. cmiiw.
koe iki vincen toh? wkwkwk